Konsep Pak Tani : Produksi Pupuk Organik Peluang Usaha IRT

Pak Tani saat mengedukuasi Pupuk Organik untuk kaum IRT di Desa Lhok Asahan Kecamatan Idi Timur, Aceh Timur. Foto : Freelinenews | Ilyas Ismail

FREELINENEWS – Mengingat masyarakat Aceh Timur hampir 80 persen bergantung hidup disektor pertanian. Praktisi Pertanian Organik Aceh Timur, Zulfan alias Pak Tani, dalam sebulan terakhir melangkah door to door mengajari kaum ibu rumah tangga dalam wilayah ini pintar membuat pupuk organik.

“Kita mengajarkan ibu-ibu rumah tangga agar pintar meracik pupuk organik dan pestisida organik, hal ini kita lakukan untuk membangkitkan perekonomian para petani dalam wilayah Aceh Timur untuk menjadi petani organik yang hemat biaya dengan hasil panen yang melimpah dan sehat,” kata Pak Tani kepada Freelinenews, Rabu (20/3).

Pak Tani bersama beberapa Tim Rakan Pak Tani Aceh, mencoba mengumpulkan ibu-ibu petani di desa-desa dalam wilayah Aceh Timur untuk mengajari cara-cara membuat pupuk organik dengan mudah dari bahan tanaman hijauan perkarangan rumah.

BACA : Pak Tani Gandeng Pengusaha Muda Salur Bibit Kurma ke Dayah

“Ini adalah konsep Pula keudroe pajoh keudroe yang leubeh Baro publoe (Tanam sendiri untuk makan sendiri yang lebih baru jual), begitu juga pupuk organik yang kita ajarkan ini, selain dapat digunakan di lahan pertanian yang dikerjakan suaminya, selebihnya pupuk dan pertisida ini dapat dijual kepada masyarakat lainnya,” ujar Pak Tani.

Ia menyebutkan kegiatan ini perdana dilakukannya di Desa Buket Meulinteng Kecamatan Idi Rayeuk, Aceh Timur, selanjutnya di Desa Matang Rayeuk, Kecamatan Peudawa Aceh Timur, Desa Lhok Asahan, Kecamatan Idi Timur dan banyak desa-desa lainnya di Aceh Timur.

“Kita akan terus berupaya melakukan program ini kesetiap desa dengan potensi pertanian di Aceh Timur. Siapa saja yang mengundang kita akan datang untuk melakukan education pembuatan pupuk organik dan pestisida organik kepada masyarakat petani,” papar Zulfan Putra kelahiran Gampong Jawa Idi.

Pak Tani memilih kaum ibu sebagai objek, bukan tidak beralasan, katanya, kaum ibu seraya sibuk mengurusi urusan rumah tangga, mereka juga dapat bekerja sambilan membatu suami dalam pengadaan pupuk organik yang nantinya akan menghasilkan pertanian organik.

BACA : Disdikbud Aceh Timur Masukkan Kembali Dua Anak Putus Sekolah

“Setidaknya dengan buah karya kaum ibu,  para suami sudah dapat menghemat biaya untuk beli pupuk di pasar, dan uang untuk beli pupuk dapat digunakan untuk membeli kebutuhan rumah tangga lainnya, seperti ikan untuk memenuhi gizi dan protein anggota keluarga,” pungkas Pak Tani. (*)